Obat HIV Lini Pertama

obat hiv lini pertama

HIV AIDS itu merupakan sebuah penyakit yang berbahaya & menular. Saat ini penyakit HIV AIDS sudah banyak dialami oleh berbagai kalangan, baik itu kalangan anak-anak, remaja, maupun dewasa.

HIV AIDS ialah sebuah penyakit yangg terjadi diakibatkan oleh virus yang menerjang sistem imunitas tubuh, sehingga mereka yang mengidap penyakit HIV AIDS ini berkurang kemampuannya untuk mempertahankan dirinya dari serangan berbagai penyakit karena obat hiv belum ditemukan.

Acquired Immune Deficiency Syndrome atau yang kerap dikenal sebagai istilah AIDS, adalah sebuah kondisi manusia yang sudah tidak lagi mempunyai sistem imunitas tubuh sehingga berbagai jenis penyakit bisa menerjang tubuh dan amat susah untuk dipulihkan.

Berikut gejala-gejala penyakit HIV/AIDS :

– Demam. Suhu tubuh mencapai 38 derajat Celsius dan biasanya diikuti sakit tenggorokan, pembengkakan kelenjar getah bening dan kelelahan.

– Nyeri Otot. Virus HIV biasanya menyerang kelenjar getah bening yang merupakan bagian dai sistem imun. Kelenjar ini berada di ketiak, paha dan leher, sehingga menyebabkan nyeri otot.

– Ruam Kulit, Terdapat bercak kemerahan di sekujur tubuh.

– Mual, Muntah, dan Diare.

– Berat Badan Turun. Penurunan berat badan terjadi karena diare yang berkepanjangan dan penyerapan asupan gizi yang tidak maksimal.

– Batuk Kering

– Radang Paru-Paru

– Kebas dan Rasa Kesemutan

– Infeksi Jamur

– Perubahan pada kuku. Seperti mudah patah, rapuh dan perubahan warna.

– Berkeringat di malam hari.

– Mudah dan sering lelah.

Walaupun menular namun HIV tidak tertular dari ciuman, air ludah, gigitan, bersin, berbagi perlengkapan mandi, handuk, peralatan makan, memakai toilet atau kolam renang yang sama, digigit binatang atau serangga seperti nyamuk. Cara yang utama agar virus bisa memasuki ke dalam aliran darah adalah:

– Melalui luka terbuka di kulit.

– Melalui dinding tipis di dalam anus atau alat kelamin.

– Melalui dinding tipis pada mulut dan mata.

– Melalui suntikan langsung ke pembuluh darah memakai jarum atau suntikan yang terinfeksi.

Obat HIV

ARV berguna untuk mengurangi risiko penularan HIV, menghambat perburukan infeksi oportunistik, meningkatkan kualitas hidup penderita HIV, dan menurunkan jumlah virus (viral load) dalam darah sampai tidak terdeteksi.

ARV bekerja dengan cara mengontrol proses replikasi dari HIV yang menyerang sistem kekebalan tubuh dengan membuat salinan palsu dari DNA. Hal itu membuat HIV tampak seperti bagian normal dari tubuh yang tidak mengancam, sehingga sistem kekebalan tubuh tidak bisa mendeteksi virus dan keberadaan HIV dalam tubuh tetap aman.

Terapi Antiretroviral (ARV) adalah terapi pengobatan bagi Orang dengan HIV. Di Indonesia kita kenal 2 jenis regimen terapi ARV yang sering kita kenal dengan Terapi Lini Pertama dan terapi Lini Dua.

Standar dalam menjalani pengobatan setidaknya menggunakan 3 jenis obat dari 2 golongan obat yang berbeda, Pengobatan dengan menggunakan 3 jenis obat sering sekali disebut dengan HAART (Highly Active Antiretroviral Therapy).

Tujuan dari pengobatan ini adalah untuk menekan replikasi HIV dalam tubuh manusia. ARV sangat efektif untuk menekan angka kematian dan kesakitan pada orang dengan HIV sehingga dengan mengkonsumsi ARV dengan benar maka dapat meningkatkan kualitas hidup Orang dengan HIV.

Berikut beberapa golongan ARV adalah:

– NNRTI (Non-nucleoside reverse transcriptase inhibitors). Jenis ARV ini akan bekerja dengan menghilangkan protein yang dibutuhkan virus HIV untuk menggandakan diri.

– NRTI (Nucleoside reverse transcriptase inhibitors). Golongan ARV ini menghambat perkembangan HIV di dalam sel tubuh.

– Entry inhibitors. ARV jenis ini akan menghalangi HIV untuk memasuki sel-sel CD4.

– Integrase inhibitors. Jenis ARV ini akan menghilangkan integrase, protein yang digunakan HIV untuk memasukkan materi genetik ke dalam sel-sel CD4.

– Protease inhibitors. ARV jenis ini akan menghilangkan protease, jenis protein yang juga dibutuhkan HIV untuk memperbanyak diri.