Nanas Sebagai Obat HIV

nanas sebagai obat hiv

HIV merupakan suatu virus yang material genetiknya adalah RNA (asam ribonukleat) yang dibungkus oleh suatu matriks yang sebagian besar terdiri atas protein.

Untuk tumbuh, materi genetik ini perlu diubah menjadi DNA (asam deoksiribonukleat), diintegrasikan ke dalam DNA inang, dan selanjutnya mengalami proses yang akhirnya akan menghasilkan protein. Protein-protein yang dihasilkan kemudian akan membentuk virus-virus baru.

Virus HIV dia menyerang pembuluh darah atau peredaran darah. Sperma, ASI dan vagina berhubungan langsung dengan pembuluh darah sedangkan air mata, keringat, dan liur tidak berhubungan dengan peredaran darah dan keluar melalui permukaan kulit atau pori-pori kulit.

HIV-1 dan HIV-2 adalah dua tipe HIV, yang hanya dapat ditulari melalui selaput lender yang mengandung kerusakan (kecil). HIV-1 terdapat diseluruh dunia, sedang HIV-2 praktis hanya di daerah Afrika Barat. Nanas bisa dijadikan Obat HIV.

Penularannya terbatas pada kontak homoseksual (genitoanal), pengguna drugs melalui alat suntik, dan penerima darah terinfeksi via transfusi. HIV tipe 2 lebih lambat jalannya penyakit dan penularannya juga kurang lancar dibanding HIV-1, baik seksual maupun dari ibu ke anak.

Pada infeksi HIV dapat dibedakan 4 fase yaitu :

  1. Periode Jendela

– HIV masuk ke dalam tubuh sampai terbentuknya antibody terhadap HIV dalam darah

– Tidak ada tanda2 khusus, penderita HIV tampak sehat dan merasa sehat

– Test HIV belum bisa mendeteksi keberadaan virus ini

– Tahap ini disebut periode jendela, umumnya berkisar 2 minggu – 6 bulan

  1. HIV Positif (tanpa gejala) rata-rata selama 5-10 tahun:

– HIV berkembang biak dalam tubuh

– Tidak ada tanda-tanda khusus, penderita HIV tampak sehat dan merasa sehat

– Test HIV sudah dapat mendeteksi status HIV seseorang, karena telah terbentuk antibody terhadap HIV

– Umumnya tetap tampak sehat selama 5-10 tahun, tergantung daya tahan tubuhnya (rata-rata 8 tahun (di negara berkembang lebih pendek)

  1. Tahap 3: HIV Positif (muncul gejala)

– Sistem kekebalan tubuh semakin turun

– Mulai muncul gejala infeksi oportunistik, misalnya : pembengkakan kelenjar limfa di seluruh tubuh, diare terus menerus, flu, dll

– Umumnya berlangsung selama lebih dari 1 bulan, tergantung daya tahan tubuhnya

  1. Tahap 4: AIDS

– Kondisi system kekebalan tubuh sangat lemah

– Berbagai penyakit lain (infeksi oportunistik) semakin parah

Nanas (Ananas comosus) merupakan tanaman tropis yang bisa dijumpai di berbagai wilayah Indonesia meski diyakini berasal dari Brazil dan daerah sekitarnya. Buahnya bukan merupakan buah sejati, melainkan buah majemuk yang mengumpul jadi satu.

Salah satu kandungan yang sangat dominan dalam buah ini adalah bromelain, enzim penghancur protein yang sering dimanfaatan untuk melunakkan daging saat memasak. Rupanya selain untuk memasak, enzim ini juga bisa memecah protein dalam selubung virus penyebab AIDS yakni Human Immunnodeficiency Virus (HIV).

Khasiat ini dibuktikan dalam penelitian sederhana yang dilakukan oleh Dr.rer.nat Maruli Pandjaitan dan rekan-rekannya dari Fakultas Ilmu Pengetahuan Swiss-German

Unversity, BSD Tangerang. Dalam penelitian awal ini, Maruli melibatkan 3 pasien HIV positif sebagai obyek uji.

Setelah diberi jus nanas secara rutin selama 4 minggu, ketiga pasien menunjukkan perkembangan positif terkait kadar CD4 (cluster of differentiation 4) yang merupakan indikator daya tahan tubuh. Peningkatan kadar CD4 cukup signifikan, dari sekitar 150 cell/ul menjadi 650-720 sel/ul (normal 410-1.100 sel/ul).

Jus Nanas memang tidak untuk mengganti obat-obat Anti Retro Virus ( ARV ), tapi yang tidak bisa mengakses ARV tentu sangat bermanfaat . Salah satu pasien dalam penelitian ini tidak memakai ARV ungkap Maruli saat menjadi pembicara dalam seminar Pencegahan dan Pengobatan AIDS.