Obat HIV Terbaru 2017

obat hiv terbaru 2017

HIV atau Human Immunodeficiency Virus adalah suatu virus yang dapat menyebabkan penyakit AIDS. Virus yang merusak daya tahan tubuh dengan menyerang sistem kekebalan/imunitas tubuh sehingga sistem kekebalan tubuh menjadi tidak berdaya dalam melawan infeksi dan belum ada obat hiv nya.

AIDS

yang merupakan kependekan dari Acquired Immune Deficiency Syndrome Adalah sekumpulan gejala dan infeksi yang timbul karena rusaknya sistem kekebalan tubuh pada manusia karena virus HIV (Human Immunodeficiency Virus).

Secara kasat mata, pada awal-awal seseorang terinfeksi penyakit ini memang tidak terlihat perubahan, baik fisik maupun perilaku, karena memang masa inkubasi penyakit ini relatif lama yaitu 5-10 tahun.

Cara mencegah penularan HIV/AIDS adalah dengan selalu berprilaku hidup sehat.  Berikut beberapa hal yang penting sebagai usaha pencegahan dan penularan Virus HIV/AIDS.

– Ibu hamil yang positif HIV sebaiknya diberitahukan kemungkinan resiko dan kemungkinan-kemungkinan resiko yang timbul terhadap ibu dan bayinya. Sehingga keputusan untuk menyusui bayinya menggunakan ASI bisa dipertimbangkan

– Selalu menggunakan jarum suntik yang steril dan baru ketika akan melakukan penyuntikan

– Selalu menerapkan kewaspadaan mengenai seks aman. Artinya hubungan seks yang tidak memungkinkan tercampurnya cairan kelamin. Karena ini memungkinkan penularan HIV

Obat-Obatan HIV/AIDS

Berikut ini beberapa jenis obat-obatan yang dikenal di dunia kedokteran untuk mengobati orang-orang yang positif mengidap HIV.

– DDI (Diseoxycitidine), Obat ini cara bekerjanya tidak jauh berbeda dengan AZT. Yaitu mampu menahan reproduksi virus HIV dalam darah. Obat ini telah diujicoba dan efek sampingnya tidak begitu fatal.

РAZT (Azidothymidine), Obat ini diperkirakan mampu menahan perkembangan virus HIV. Namun penggunaan obat ini mengandung efek samping. Yaitu  gangguan pada tulang sumsum dan penderita mengalami anemia. Dan penderita harus menjalani transfusi darah.

– DDC (Zalcitabine), seperti AZT dan DDI, obat ini mampu menghambat perkembangan virus HIV.

Ketiga obat tersebut telah mendapat rekomendasi dari badan yang berwenang di Amerika Serikat. Menurut para ahli obat tersebut mampu memperpanjang umur penderita hingga satu sampai dua tahun. Efek samping dari DDI dan DDC dapat mengganggu pankreas dan ganguan syaraf.

Para ahli kedokteran dari jepang juga menemukan obat-obatan untuk penderita penyakit HIV/AIDS. Obat-obatan menurut para ahli dari jepang adalah;

– M-HAD (Meiji Humin Derivetize Al-bumin). Ramuan obat ini terbuat dari gabungan antara Carbodimine Humin dan Succiny Lated Humen Al-bumin) yang terkandung dalam darah manusia. Kabarnya M-HAD mampu menyingkirkan sel-sel tubuh yang digerogoti oleh HIV dengan tidak membahayakan limposit normal.

– Tachiplesin, adalah cairan kimia yang diambil dari hewan sejenis kepiting yang dinamakan T-220. Ramuan ini telah diujicoba pada tikus dan hasilnya sangat memuaskan. Namun masih memberikan efek samping seperti AZT.

– Daging ikan gabus juga kabarnya dapat menambah berat badan bagi orang yang mengidap virus HIV.

Obat Antiretroviral (ARV)

Ini adalah salah satu jenis obat yang dikembangkan untuk menghentikan kerusakan sel dalam tubuh akibat dari infeksi HIV.

Cara mengobati HIV AIDS ini juga bisa digunakan untuk memperkuat sistem kekebalan tubuh sehingga bisa mencegah kerusakan sel tubuh yang lebih parah. Obat ini diperlukan seumur hidup bagi penderita HIV AIDS. Berhenti dari perawatan ini akan membuat tubuh menjadi lebih resisten sehingga perawatan harus dilakukan secara terus menerus.

Herbal untuk Penyakit HIV

Herbal yang mampu memperlambat perkembangan virus HIV yaitu Noni juice. Dari sekitar 150 pasien penderita HIV, setelah diberikan herbal Noni juice, sejumlah 55 pasien tertolong. Ini membuktikan bahwa herbal Noni juice memang bagus untuk dikonsumsi oleh seseorang yang terkena atau terinfeksi oleh virus HIV.