Obat HIV Dari Lebah

obat hiv dari lebah

HIV adalah singkatan dari Human Immunodeficiency Virus. Virus ini menyerang sistem kekebalan tubuh dan melemahkan kemampuan tubuh untuk melawan infeksi dan penyakit.

HIV belum bisa disembuhkan, tapi ada obat hiv yang bisa digunakan untuk memperlambat perkembangan penyakit. Pengobatan ini juga akan membuat penderitanya hidup lebih lama, sehingga bisa menjalani hidup dengan normal.

Virus HIV ini jika sudah menginfeksi tubuh seseorang, maka virus tersebut akan menyerang sistem antibodi inangnya, pada akhirnya orang yang terinfeksi akan mudah terserang beragam penyakit lain, sebelumnya jika penyakit tersebut tidak terlalu berbahaya, tetapi karena terinfeksi HIV, maka penyakit tersebut bisa berubah menjadi penyakit yang berbahaya karena tidak kunjung sembuh.

Unsur utama dari sistem antibodi tubuh manusia yaitu sel darah putih (Sel CD4). Pada tubuh seseorang yang terinfeksi virus HIV, maka sel darah putihnya akan dibunuh virus HIV sewaktu virus tersebut menggandakan diri pada darah penderita. Seiring waktu, semakin banyak sel CD4 yang tak lain adalah antibodi tubuh dibunuh, dan sel CD4 akan menurun terus jumlahnya.

Karenanya, tes yang biasa digunakan untuk mendeteksi apakah seseorang terjangkit virus HIV atau tidak adalah dengan melihat jumlah sel CD4 yang dimilikinya. Kadar normal dari sel CD4 yaitu 500 hingga 1500, namun apabila orang tersebut terinfeksi virus HIV, maka kadar sel CD4 akan berada di bawah normal.

Infeksi HIV muncul dalam tiga tahap. Tahap pertama adalah serokonversi (Periode waktu tertentu di mana antibodi HIV sudah mulai berkembang untuk melawan virus.). Tahap kedua adalah masa ketika tidak ada gejala yang muncul. Dan tahap yang ketiga adalah infeksi HIV berubah menjadi AIDS.

Tahap Pertama

Orang yang terinfeksi virus HIV akan menderita sakit mirip seperti flu. Setelah ini, HIV tidak menimbulkan gejala apa pun selama beberapa tahun. Gejala seperti flu ini akan muncul beberapa minggu setelah terinfeksi. Masa waktu inilah yang sering disebut sebagai serokonversi.

Diperkirakan, sekitar 8 dari 10 orang yang terinfeksi HIV mengalami ini. Gejala yang paling umum terjadi adalah:

– Tenggorokan sakit

– Demam

– Muncul ruam di tubuh, biasanya tidak gatal

– Pembengkakan noda limfa

– Penurunan berat badan

– Diare

– Kelelahan

– Nyeri persendian

– Nyeri otot

Gejala-gejala di atas bisa bertahan selama satu hingga dua bulan, atau bahkan lebih lama. Ini adalah pertanda sistem kekebalan tubuh sedang melawan virus. Tapi, gejala tersebut bisa disebabkan oleh penyakit selain HIV. Kondisi ini tidak semata-mata karena terinfeksi HIV.

Lakukan tes HIV jika Anda merasa berisiko terinfeksi atau ketika muncul gejala yang disebutkan di atas. Tapi perlu diingat, tidak semua orang mengalami gejala sama seperti yang disebutkan di atas. Jika merasa telah melakukan sesuatu yang membuat Anda berisiko terinfeksi, kunjungi klinik atau rumah sakit terdekat untuk menjalani tes HIV.

Tahap Kedua

Setelah gejala awal menghilang, biasanya HIV tidak menimbulkan gejala lebih lanjut selama bertahun-tahun (masa jendela). Ini adalah tahapan ketika infeksi HIV berlangsung tanpa menimbulkan gejala. Virus yang ada terus menyebar dan merusak sistem kekebalan tubuh.

Pada tahapan ini, Anda akan merasa sehat dan tidak ada masalah. Kita mungkin tidak menyadari sudah mengidap HIV, tapi kita sudah bisa menularkan infeksi ini pada orang lain. Lama tahapan ini bisa berjalan sekitar 10 tahun atau bahkan bisa lebih.

Tahap Ketiga atau Tahap Terakhir Infeksi HIV

Jika tidak ditangani, HIV akan melemahkan kemampuan tubuh dalam melawan infeksi. Dengan kondisi ini, Anda akan lebih mudah terserang penyakit serius. Tahap akhir ini lebih dikenal sebagai AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome). Berikut ini adalah gejala yang muncul pada infeksi HIV tahap terakhir:

– Noda limfa atau kelenjar getah bening membengkak pada bagian leher dan pangkal paha.

– Demam yang berlangsung lebih dari 10 hari.

– Merasa kelelahan hampir setiap saat.

– Berkeringat pada malam hari.

– Berat badan turun tanpa diketahui penyebabnya.

– Bintik-bintik ungu yang tidak hilang pada kulit.

– Mudah memar atau berdarah tanpa sebab.

– Sesak napas.

– Diare yang parah dan berkelanjutan.

– Infeksi jamur pada mulut, tenggorokan, atau vagina.

Berantas HIV Dengan Racun Lebah

Tuhan menurunkan lebah ke dunia membawa kemanfaatan besar bagi manusia. Sengatan dan produk turunnya membantu mengatasi berbagai penyakit, dari alergi, gangguan syaraf,gangguan peredaran darah,gangguan viris dan bakteri jahat sampai meningkatkan daya tahan tubuh.

Bahkan racun-racun serangga ini ternyata juga mampu membunuh Human Immunodeficiency Virus (HIV) dan membuka harapan baru penderita AIDS untuk bisa di sembuhkan. Itulah hasil penelitian Ilmuwan dari Washington University di St Louis yang dipublikasikan di jurnal Antiviral Therapy baru-baru ini.

Peneltian tersebut menguraikan bahwa, penggunaan racun lebah bernama mellitin dan partikel nano yang masuk dalam darah mampu membunuh virus yang membahayakan manusia ini.

Pemberian racun lebah/bee venom pada penderita hiv ditujukan untuk membunuh virus karena bagian dari bee venom yaitu “melittin” yang berukuran sangat kecil inilah yang bertugas membunuh virus hiv tanpa merusak bagian tubuh yang baik.

Kemudian pemberian obat-obatan berfungsi menguatkan sistem imun tubuh,memperbaiki metabolisme tubuh sehingga pengobatan scara bersamaan menggunakan racun lebah dan obat akan membuat penderita hiv benar-benar sembuh dan virus menjadi non reaktif.