Obat HIV ARV

Obat HIV ARV

HIV /AIDS sering dikaitkan satu sama lainnya dengan pengertian yang sama. Akan tetapi HIV dan AIDS mempunyai arti yang berbeda. HIV adalah singkatan dari Human Immunodeficiency Virus.Virus ini yang menyerang system kekebalan tubuh seseorang. Seseorang dapat terjangkit virus HIV,apabila virus tersebut masuk ke dalam saluran peredaran darah.

Virus HIV menyerang system kekebalan seseorang.Jika tidak diatasi,maka virus ini akan merusak system kekebalan tubuh sehingga daya tahan tubuh melemah terhadap penyakit lain bahkan dapat mengakibatkan kematian. Kondisi inilah yang dinamakan AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome).

Penderita HIV bukan berarti pengidap penyakit AIDS atau seseorang yang akan segera mati. Bahkan tanpa obat hiv banyak penderita HIV masih dapat bertahan hidup cukup lama. Pada saat ini pengobatan yang telah dikembangkan hanya dapat memperlambat kerusakan pada sistim kekebalan tubuh.

Gejala yang mungkin muncul sebagai berikut

Penderita HIV

– Mulai muncul gejala infeksi oportunistik, misalnya: pembengkakan kelenjar limfa di seluruh tubuh, diare terus menerus, flu, dan sebagainya

– Sistem kekebalan tubuh semakin turun

– Umumnya berlangsung selama lebih dari 1 bulan, tergantung daya tahan tubuhnya

Penderita AIDS

– Berbagai penyakit lain (infeksi oportunistik) semakin para

– Kondisi sistem kekebalan tubuh sangat lemah

Penyebab HIV Aids adalah akibat kelompok dari virus retro yang biasanya disebut sebagai Human immunodeficiency virus atau HIV. Pada virus HIV yang baru saja masuk ke dalam tubuh akan memperbannyak diri dan nampak terlihat seperti butiran yang kecil dan warnanya hijau dibagian permukan limfosit darah setelah menyerang sel tadi.

Cara Penularan HIV

HIV hanya bisa hidup di dalam cairan tubuh seperti:

– Cairan vagina

– Cairan sperma

– Darah

– Air susu ibu

Penularan itu bisa terjadi melalui:

– Hubungan seks dengan orang yang mengidap HIV/AIDS,berhubungan seks dengan pasangan yang berganti-ganti dan tidak menggunakan alat pelindung (kondom)

– Kontak darah/luka dan transfusi darah yang sudah tercemar virus HIV

– Penggunaan jarum suntik atau jarum tindik secara bersama atau bergantian dengan orang yang terinfeksi HIV

– Dari ibu yang terinfeksi HIV kepada bayi yang dikandungnya

HIV tidak tertular dari ciuman, air ludah, gigitan, bersin, berbagi perlengkapan mandi, handuk, peralatan makan, memakai toilet atau kolam renang yang sama, digigit binatang atau serangga seperti nyamuk. Cara yang utama agar virus bisa memasuki ke dalam aliran darah adalah:

– Melalui luka terbuka di kulit.

– Melalui dinding tipis di dalam anus atau alat kelamin.

– Melalui dinding tipis pada mulut dan mata.

– Melalui suntikan langsung ke pembuluh darah memakai jarum atau suntikan yang terinfeksi.

Obat ARV

Antiretrovirals (ARV) telah diakui dunia sebagai obat yang bisa digunakan untuk mengobati HIV/AIDS. Namun, ARV belum mampu menyembuhkan HIV secara menyeluruh.

Dalam Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 87 Tahun 2014 disebutkan, ARV berguna untuk mengurangi risiko penularan HIV, menghambat perburukan infeksi oportunistik, meningkatkan kualitas hidup penderita HIV, dan menurunkan jumlah virus (viral load) dalam darah sampai tidak terdeteksi.

ARV bekerja dengan cara mengontrol proses replikasi dari HIV yang menyerang sistem kekebalan tubuh dengan membuat salinan palsu dari DNA. Hal itu membuat HIV tampak seperti bagian normal dari tubuh yang tidak mengancam, sehingga sistem kekebalan tubuh tidak bisa mendeteksi virus dan keberadaan HIV dalam tubuh tetap aman.

Untuk mendapatkan manfaat ARV, pengidap HIV harus mengonsumsi obat seumur hidup. Sebab, jika tidak, pertumbuhan virus di tubuh tidak terkontrol dan bisa juga muncul resistensi terhadap obat.

Namun, sebelum mengonsumsi ARV, penderita harus terlebih dulu berkonsultasi pada dokter. Pasien yang akan menggunakan ARV juga harus memiliki orang yang bisa mengingatkan untuk selalu minum obat atau biasa disebut Pemantau Meminum Obat (PMO). Di Indonesia, hal tersebut sudah diatur oleh Kementerian Kesehatan.

Kendati terlihat sederhana, mengonsumsi ARV tidak semudah itu. Harus meminum obat rutin seumur hidup, belum lagi harus merasakan efek sampingnya, membuat para penderita HIV tidak betah mengonsumsi ARV.

Berikut beberapa golongan ARV adalah:

– NNRTI (Non-nucleoside reverse transcriptase inhibitors). Jenis ARV ini akan bekerja dengan menghilangkan protein yang dibutuhkan virus HIV untuk menggandakan diri.

– NRTI (Nucleoside reverse transcriptase inhibitors). Golongan ARV ini menghambat perkembangan HIV di dalam sel tubuh.

– Entry inhibitors. ARV jenis ini akan menghalangi HIV untuk memasuki sel-sel CD4.

– Integrase inhibitors. Jenis ARV ini akan menghilangkan integrase, protein yang digunakan HIV untuk memasukkan materi genetik ke dalam sel-sel CD4.

– Protease inhibitors. ARV jenis ini akan menghilangkan protease, jenis protein yang juga dibutuhkan HIV untuk memperbanyak diri.